Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PT.SAKURA JAYA SOLUSI
blog-img-10

Posted by : Andik Rusdi D

Fotocopy Berwarna: Bedanya dengan Print dan Cara Kerjanya

Dalam urus mengurus berkas, fotocopy adalah kegiatan yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan administrasi. Baik itu untuk urusan sekolah, pekerjaan, hingga untuk kebutuhan administrasi kesehatan. Berbagai berkas bisa dicetak ulang tanpa perlu memberikan dokumen aslinya, biasanya dalam warna hitam putih. Selain itu, ada juga berkas yang membutuhkan fotocopy berwarna untuk hasil yang lebih jelas. 

Namun, karena cetak ulang tanpa warna lebih familiar, banyak orang belum mengetahui apakah bisa menyalin dokumen dengan warna? Apa bedanya dengan print atau scan? Apakah lebih murah atau lebih mahal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, panduan ini akan membawa Anda untuk membahas lebih dalam terkait cetak ulang berwarna. Tak hanya hal mendasar, kita juga akan bahas hingga mesin, tinta, dan peluang bisnisnya. 

Pengertian fotocopy berwarna

Fotocopy dengan warna adalah proses menyalin dokumen menggunakan mesin khusus yang menghasilkan salinan dengan warna penuh yang identik dari aslinya. Berbeda dengan fotocopy hitam putih yang hanya menggunakan satu toner hitam, salinan full colour mengandalkan toner CMYK. Toner tersebut terdiri dari warna Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Keempatnya diproses secara berlapis untuk menghasilkan detail visual yang tinggi. Hal ini membuat waktu salin per lembar menjadi sekitar empat kali lebih lama dari hitam putih.

Perbedaan antara fotocopy berwarna dan hitam putih juga ada pada kompleksitas mesinnya. Alat hitam putih hanya menggunakan satu drum fotokonduktif, sehingga lebih sederhana dan cepat. Sebaliknya, penyalin dengan pigmen warna biasanya memakai drum tandem untuk tiap warna CMYK atau drum tunggal dengan siklus berulang. Sistem kedua drum ini membuat ukuran dan bobot perangkat warna 2–3 kali lebih besar dibanding mesin hitam putih. 

Apakah fotocopy berwarna sama dengan print?

Tidak, fotocopy berwarna tidak sama dengan print, meskipun hasilnya terlihat mirip. Perbedaannya sangat kontras pada proses dan sumber dokumennya. Fotocopy menghasilkan salinan dari dokumen asli melalui proses optik langsung di mesin, sedangkan print mencetak dari file digital yang membutuhkan perangkat komputer. Anda tidak bisa memfotokopi tanpa berkas fisik. Sedangkan dengan print, Anda bisa langsung mencetak selama ada file digital tanpa perlu fisiknya.

Selain itu, fotocopy full colour juga berbeda dengan scan. Meski sama-sama terdapat proses pemindaian, scan hanya menghasilkan salinan digital seperti PDF atau JPG dan tidak menghasilkan salinan fisik. Untuk file pemindaian dapat menjadi fisik, maka perlu dilakukan print. Itulah mengapa scan dan print menjadi alternatif penyalinan berwarna ketika tidak ada mesin fotocopy. Meski begitu cara ini kurang efektif dibandingkan dengan proses cepat pada perangkat fotocopy. 

Harga per lembar

Harga fotocopy berwarna per lembar di Indonesia pada 2026 bervariasi tergantung jenis kertas, lokasi, dan volume cetak. Biasanya harga berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 7.000. Untuk kertas HVS A4 70gsm, biayanya sekitar Rp 2.000–Rp 4.000 per lembar. Sedangkan kertas glossy bisa mencapai Rp 3.000 hingga Rp 7.000. Di lain sisi cetak warna pada karton biayanya Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Biaya toner warna, kertas premium, dan operasional mesin menjadikan salinan full colour lebih mahal dibanding hitam putih.

Meski lebih mahal dari fotocopy hitam putih, yang berwarna sering lebih murah dibanding print digital untuk volume tertentu. Apalagi saat menggandakan dokumen fisik dalam jumlah banyak. Print digital biasanya memerlukan file digital dan proses tambahan, sehingga biaya per lembar bisa lebih tinggi. Dengan begitu, cetak ulang full colour tetap menjadi pilihan ekonomis untuk kebutuhan duplikasi arsip fisik berpigmen.

Kelebihan dan kekurangan 

Dibanding fotocopy hitam putih, fotocopy berwarna memberikan hasil yang lebih kaya warna dan detail. Hal ini membuatnya cocok untuk dokumen profesional seperti presentasi, brosur, atau grafik. Warna yang akurat membantu penerima memahami informasi lebih jelas. Namun, proses pencetakannya lebih lambat. Biaya per lembar juga lebih tinggi karena penggunaan toner CMYK. Selain itu, mesinnya lebih kompleks dan memerlukan perawatan ekstra.

Jika dibandingkan dengan scan lalu print, cetak berwarna lebih praktis. Dokumen fisik bisa langsung disalin tanpa perlu komputer atau file digital. Prosesnya lebih cepat untuk volume besar, dan hasilnya biasanya lebih identik dengan arsip asli. Scan-print memberi fleksibilitas untuk mengedit ukuran, layout, atau warna sebelum dicetak jika diproses melalui perangkat lunak tambahan.Meski begitu, fotocopy tetap unggul dalam reproduksi warna asli secara instan dan konsisten.

Berkas yang sering diminta berwarna

Fotocopy berwarna sering direkomendasikan ketika salinan dokumen harus tetap merepresentasikan tampilan aslinya secara utuh. Warna membantu mempertahankan detail visual yang tidak bisa ditangkap oleh fotocopy hitam putih. Contohnya seperti gradasi, pola khusus, atau elemen pengaman. Karena itu, fotocopy full colour dianggap lebih akurat dan mudah diverifikasi, terutama untuk berkas yang bersifat formal atau administratif.

Beberapa contoh berkas yang sering diminta berwarna:

  • Paspor dan visa: Diminta full colour karena foto biometrik, chip data, dan tinta UC/hologram.
  • Ijazah dan sertifikat: Tak jarang salinan colorful dibutuhkan untuk melihat cap lembaga, logo, atau tanda tangan dengan tinta biru.
  • Akta lahir: Meski kini tak lagi pakai blangko security warna, akta lama pra-2019 memiliki elemen warna spesial yang dapat memvalidasi dokumen.
  • Kartu Identitas: KTP, KK, atau BPJS kadang spesifik dengan warna untuk aplikasi perbankan atau asuransi, agar foto wajah dan kode QR terbaca optimal

Mesin, tinta, dan kertas untuk fotocopy berwarna

Untuk mencetak hasil fotocopy berwarna dengan baik, diperlukan kombinasi mesin, tinta, dan kertas yang tepat. Tidak semua perngakta fotocopy mendukung salinan berpigmen, ada juga yang hanya bisa hitam putih. Ada teknologi dan sistem tersendiri pada alat fotocopy yang dapat mencetak hasil full colour. Begitu pula tintanya, terdapat beberapa jenis tinta yang memang dibuat untuk perangkat penyalin penuh warna. 

Selain itu, kertas tempat salinan tercetak juga berpengaruh tergantung kebutuhan. Untuk mencetak salinan berwarna, tebal tipisnya kertas dapat memengaruhi kualitas cetakan. Jika terlalu tipis, maka tinta akan bocor ke sisi belakang atau bahkan terjadi smudge. Untuk itu Memilih kombinasi yang tepat membuat proses lebih efisien dan hasil salinannya lebih memuaskan.

Mesin yang biasa digunakan 

Mesin colour copier ada beberapa jenis: digital copier dan multifunction printer. Varian mesin digital copier umumnya digunakan di toko fotokopi karena dirancang untuk menangani volume cetak besar dalam waktu singkat. Kecepatan dan ketahanannya lebih cocok untuk penggunaan terus-menerus. Sebaliknya, multifunction printer lebih sering dipakai di kantor atau untuk kebutuhan pribadi. Ukurannya lebih ringkas dan praktis untuk scan serta print langsung dari file digital. Beberapa contoh yang umum digunakan adalah RICOH IM C3010 dan seri Fuji Xerox.

Tinta mesin fotocopy

Mesin penyalin full colour umumnya menggunakan toner bubuk kering berbasis CMYK, bukan tinta cair. Serbuk halus yang dicampur pigmen warna itu dilelehkan agar menempel permanen pada kertas. Proses ini menghasilkan cetakan tahan air dan tidak mudah pudar. Ada juga alat yang pakai tinta cair (inkjet), tapi jarang digunakan karena toner lebih cepat dan stabil untuk volume cetak besar.

Kertas yang digunakan

Perangkat fotocopy berwarna bisa pakai berbagai jenis kertas, tapi ketebalan memengaruhi hasil dan keawetan mesin. HVS 60–80 gsm, seperti 70 gsm, paling umum untuk dokumen teks atau gambar sederhana. Namun, saat duplex atau mencetak gambar gelap, kertas ini rentan transparan sehingga muncul bayangan dari sisi belakang. Kertas tebal 100–250 gsm seperti glossy atau matte lebih tajam dan profesional, tapi perlu tray manual agar fuser aman.

Cara mengoperasikan alat fotocopy

Mengoperasikan color digital copier sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Prosesnya bisa dilakukan langsung dari mesin tanpa bantuan komputer tambahan. Mulai dari memindai dokumen hingga mencetak hasil akhir, semuanya diatur melalui panel kontrol di perangkat. Karena itu, pengguna hanya perlu memahami pengaturan dasar sebelum mulai. Dengan pengaturan yang tepat, hasil salinan akan terlihat lebih tajam dan warna tetap akurat. Kesalahan cetak juga bisa dihindari. Risiko kerusakan alat pun dapat ditekan sejak awal penggunaan.

Langkah-langkah pengoperasian:

1. Nyalakan mesin fotocopy berwarna dan tunggu sekitar 2–3 menit hingga panel siap digunakan.

2. Pilih mode “Color Copy” di layar sentuh. Atur ukuran kertas (A4/F4), kualitas cetak (Normal atau High), dan jumlah salinan.

3. Letakkan dokumen di Auto Document Feeder untuk banyak lembar, atau di kaca scanner untuk satu lembar. Pastikan posisi lurus dan penutup tertutup rapat.

4. Siapkan kertas di tray sesuai jenis dan ukuran. Atur guide agar kertas tidak miring, lalu aktifkan duplex jika diperlukan.

5. Tekan tombol “Start” berwarna hijau. Alat akan memindai dan mencetak, dan hasilnya akan keluar di tray output.

6. Periksa hasil cetak dan lakukan uji satu lembar terlebih dahulu untuk memastikan warna dan ketajaman sudah sesuai.

Proses dan cara kerja mesin fotocopy berwarna 

Proses fotocopy berwarna dimulai saat dokumen fisik dipindai langsung oleh mesin menggunakan lampu atau laser. Seluruh pemindaian terjadi di dalam alat penyalin tanpa bantuan komputer atau file digital. Cahaya yang memantul dari kertas berkas diterjemahkan menjadi data gambar internal, sehingga perangkat dapat mengenali area terang, gelap, dan detail warna secara otomatis.

Setelah dipindai oleh lampu LED atau halogen, gambar dibentuk pada drum fotokonduktif yang telah diberi muatan listrik. Area tertentu kehilangan muatan sesuai hasil pemindaian, membentuk pola gambar laten. Toner CMYK kemudian menempel pada area ini secara bergantian untuk tiap warna. Proses pengembangan ini berlangsung berulang dalam empat siklus secara berurutan.

Tahap akhir adalah transfer dan fusing. Toner yang sudah tersusun dipindahkan ke kertas dan dipanaskan oleh unit fuser dengan suhu 180°C. Kombinasi panas dan tekanan roller ini melelehkan toner agar melekat permanen pada kertas. Hasil fotocopy berwarna kemudian keluar dalam kondisi kering, rapi, dan siap digunakan, tanpa perlu komputer atau proses tambahan.

Harga mesin di pasaran 

Harga mesin fotocopy berwarna baru di Indonesia pada 2026 berada di kisaran Rp 40 sampai 95 juta. Nilainya bergantung pada merek, kecepatan cetak, dan fitur yang ditawarkan. Model entry-level seperti Kyocera M8124cidn dibanderol sekitar Rp 41,5 juta. Untuk merek Canon, harga mulai dari iR C3322L DADF sekitar Rp 56,5 juta. Seri lebih tinggi seperti iRA DX C3930i DADF bisa mencapai Rp 93,5 juta dan cocok untuk usaha menengah.

Selain Canon dan Kyocera, Ricoh juga banyak dipilih. Contohnya Ricoh IM C3000 yang berada di rentang Rp 70–90 juta dan dikenal hemat energi serta stabil untuk penggunaan intensif. Jika ingin menekan biaya awal, menyewa mesin sering lebih praktis dibanding membeli. Opsi sewa biasanya sudah mencakup perawatan, toner, dan dukungan teknis, sehingga lebih mudah dikelola oleh bisnis.

Potensi bisnis fotocopy berwarna 

Fotocopy berwarna masih punya potensi bisnis yang kuat di tahun 2026. Permintaannya relatif stabil dan tidak musiman. Mahasiswa, karyawan kantor, hingga pelaku UMKM masih sering membutuhkan dokumen dan materi visual dengan warna. Kebutuhan ini muncul hampir setiap hari. Karena itu, usaha cetak full colour cenderung lebih aman untuk jangka panjang. Dengan manajemen biaya yang rapi, modal usaha bisa kembali dalam waktu 6 hingga 12 bulan.

Potensi pasar makin besar jika lokasi usaha tepat. Area sekitar kampus, perkantoran, atau pusat layanan publik biasanya ramai permintaan. Banyak dokumen berwarna dibutuhkan untuk administrasi, proposal, dan materi promosi. Volume cetak bisa konsisten setiap hari. Keuntungan dapat ditingkatkan dengan layanan tambahan seperti jilid, laminasi, ATK, atau print digital. Cara ini menaikkan nilai transaksi tanpa harus perang harga dengan kompetitor

Sewa mesin fotocopy lebih mudah di Sakura Jaya Solusi

Fotocopy berwarna merupakan solusi praktis untuk kebutuhan salinan dokumen yang memerlukan kejelasan visual. Akurasi warna menjadi nilai utamanya. Dengan memahami cara kerja, biaya, serta jenis mesin yang digunakan, pengguna dapat menentukan pilihan dengan lebih tepat. Metode ini cocok untuk kebutuhan pribadi, institusi, maupun sebagai peluang usaha berkelanjutan.

Ingin operasional kantor tetap lancar tanpa pusing urusan mesin fotokopi? PT Sakura Jaya Solusi menghadirkan solusi sewa digital copier yang dirancang untuk efisiensi kerja Anda. Biaya lebih terkontrol, perangakt selalu siap pakai, dan dukungan teknis jelas sejak awal. Tidak perlu investasi besar atau khawatir downtime. Kunjungi website kami sekarang atau hubungi +62 21 8243 8680 / 0822 9899 6997 untuk mulai sewa hari ini.