Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PT.SAKURA JAYA SOLUSI
blog-img-10

Posted by : Andik Rusdi D

Apa Itu Printer Thermal? Ini Cara Kerjanya!

Printer thermal mungkin tak sepopuler printer lain yang biasa digunakan di rumah atau sebagai perlengkapan kantor. Namun, ternyata keberadaannya hampir terdapat di banyak kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika Anda pergi ke suatu toserba atau Anda parkir menerima secarik tiket, lalu mengambil uang di ATM dan menerima bukti transaksi, setelah itu Anda belanja dan menerima struk belanja. Semua kertas kecil itu merupakan hasil kerja mesin cetak termal. 

Meski begitu, banyak yang masih awam dengan alat cetak ini. Sebenarnya apa itu printer termal? Bagaimana mesin itu bisa mencetak tanpa tinta? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mudah akan terjawab di sini. Tak hanya itu, secara lengkap juga akan dibahas tentang jenis-jenisnya hingga cara mengoperasikannya. Semua tentang perangkat ini akan dibahas tuntas. Maka dari itu baca terus hingga akhir, ya!

Pengertian printer thermal dan cara kerjanya

Printer thermal adalah alat cetak yang menghasilkan teks atau gambar dengan memberi panas secara langsung pada kertas khusus termal tanpa menggunakan tinta atau toner. Umumnya, perangkat ini digunakan untuk mencetak dokumen sederhana yang hanya dibutuhkan sementara. Contoh dokumennya adalah struk, label barcode, tiket, dll. Printer seperti ini hadir untuk solusi percetakan yang butuh kecepatan, efisiensi, dan kesederhanaan. 

Meski demikian, alat cetak ini bergantung pada teknologi yang sensitif pada suhu, di mana kertasnya berekasi pada temperatur tinggi yang kemudian meninggalkan bekas. Karena tidak butuh tinta atau toner, mesin cetak termal rendah biaya operasi dan perawatan. Kelebihan ini lah yang membuatnya sebagai solusi praktis untuk bisnis yang membutuhkan intensitas cetak tinggi dan berulang.

Proses cara kerjanya dimulai dari kepala print di mana terdapat elemen semikonduktor kecil yang tersusun dalam sebuah pola matriks dot. Ketika data dikirim, printer thermal mengubahnya menjadi bitmap dan secara selektif memanaskan elemen spesifik. Panas tersebut kemudian memicu reaksi kimia pada lapisan kertas termal. Reaksi inilah yang kemudian mengubah kertas menjadi hitam yang membentuk teks dan gambar. 

Kegunaannya dalam sehari-hari 

Anda mungkin sudah familiar dengan penggunaan printer thermal sebagai pencetak struk kasir. Namun, perannya ternyata jauh lebih luas dari sekadar bukti transaksi. Di balik ukurannya yang ringkas, perangkat cetak berbasis panas ini digunakan dalam berbagai aktivitas harian yang sering tidak disadari. Beberapa di antaranya seperti operasional bisnis, mulai dari layanan publik hingga kebutuhan industri.

  1. Label inventaris internal: Digunakan untuk penandaan barang gudang, rak, atau aset internal yang tidak dijual ke konsumen, membantu pelacakan stok dan audit.
  2. Tag antrian layanan: Nomor antrean di bank, rumah sakit, atau kantor layanan publik untuk mengatur alur pelanggan secara efisien.
  3. Label retur dan klaim: Mempermudah proses retur barang di e-commerce dan ritel dengan identifikasi cepat tanpa cetak dokumen panjang.
  4. Label dapur (kitchen order ticket): Digunakan di restoran untuk mencetak pesanan ke dapur secara real-time, menggantikan tulisan manual yang rawan kesalahan.
  5. Tiket penerbangan: Printer thermal juga digunakan di bandara untuk mencetak boarding pass, baggage tag sementara, dan dokumen perjalanan yang membutuhkan kecepatan dan kejelasan cetak.

Jenis-jenis printer termal

Terdapat dua jenis printer thermal yang umum dijual di pasaran, yaitu direct dan transfer. Perbedaan utama di antara keduanya ada pada metode pencetakan dan ketahanan hasilnya. Jenis direct adalah jenis basic di mana proses pencetakan hanya mengandalkan panas tanpa tambahan proses lain. Dibandingkan tipe lain, perangkat ini lebih murah dan mudah dirawat. Namun, hasil cetakannya rentan pudar jika terpapar panas atau gesekan. Maka dari itu, kertas thermal harus segera didokumentasikan dengan foto atau mesin fotocopy.

Di lain sisi, jenis transfer menggunakan pita ribbon berisi tinta atau lilin dalam prosesnya. Pita tersebut dilelehkan kepala print untuk lalu ditempelkan secara permanen pada kertas. Adanya tambahan ribbon ini membuat hasil cetakan lebih tahan lama. Bagi bisnis yang membutuhkan hasil print yang tahan faktor lingkungan untuk barcode industri atau label pengiriman jarak jauh, maka jenis ini patut untuk dipilih. Meski butuh biaya pita tambahan, kualitas gambar lebih tajam dan awet dibanding direct thermal.

Kekurangan dan kelebihan printer thermal

Sejauh ini sudah jelas bagaimana printer thermal memberikan kemudahan untuk mencetak dengan cepat dan efisien. Mesinnya pun simpel dengan perawatan minim, tak seperti printer tinta yang sering kali membutuhkan pembersihan atau isi ulang tinta. Meski begitu, kesederhanaan pencetak termal ini juga membuatnya memiliki beberapa keterbatasan. Memahami sisi positif dan negatifnya diperlukan untuk menentukan apakah perangkat ini memenuhi kebutuhan Anda. 

Kelebihan dari printer thermal adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan cetak tinggi hingga 300 mm per detik.
  • Biaya operasi yang redah tanpa membutuhkan tinta atau toner.
  • Minim perawatan dan tahan lama.
  • Mudah disetting atau dioperasikan .

Berikut kekurangan dari printer teremal:

  1. Teks pada hasil cetakan bisa pudar jika terkena panas, cahaya, atau gesekan.
  2. Warna cetakan terbatas hanya hitam putih.
  3. Bising ketika sedang mencetak.
  4. Membutuhkan kertas khusus thermal yang bisa kadaluwarsa.
  5. Kualitas gambar yang rendah untuk foto atau grafis kompleks.

Apakah printer thermal bisa pakai kertas biasa?

Tidak, alat cetak termal tidak bisa mencetak menggunakan kertas biasa karena proses cetaknya bergantung pada lapisan kimia. Kertas biasa tidak memiliki lapisan tersebut, sehingga panas dari printer tidak akan menghasilkan cetakan apa pun. Penggunaan kertas biasa juga berisiko menurunkan kualitas cetak dan membuat hasilnya kosong. Maka dari itu proses pencetakan hanya dapat menggunakan kertas khusus thermal. 

Kertas printer thermal merupakan kertas khusus yang dilapisi bahan kimia termosensitif yang bereaksi terhadap panas. Media cetak ini terdiri dari base paper dengan 1-3 lapis coat tergantung jenis. Tak seperti kertas biasa, jenis paper ini hanya memiliki umur penyimpanan 1-5 tahun sebelum kimianya rusak. Selain itu, penyimpanannya harus di suhu <25°C dengan kelembaban 50-65%.

Ukuran kertas thermal

Dari segi ukuran, kertas thermal umumnya berbentuk gulungan dengan lebar standar 58 mm dan 80 mm. Ukuran 58 mm sering digunakan pada printer kasir kecil atau sistem POS portabel. Sedangkan untuk kertas ukuran 80 mm lebih banyak dipakai di ritel dan restoran karena tampilan struk lebih lebar dan mudah dibaca.

Warna dan font

Printer thermal pada umumnya menghasilkan cetakan monokrom, yaitu hitam atau biru, tergantung jenis kertas yang digunakan. Direct thermal standar mencetak hitam pekat pada kertas satu lapis. Sementara kertas dua atau tiga lapis dapat menampilkan warna kedua seperti biru atau merah melalui perbedaan suhu. Meski begitu, pencetak termal tidak mendukung untuk hasil full color seperti inkjet.

Selain warna yang terbatas, font yang digunakan pun umumnya adalah font bawaan (built-in fonts). Jadi, hanya tersedia pilihan yang tertanam di firmware printer, bukan font bebas seperti pada printer inkjet. Font yang paling umum adalah Courier, Courier New, dan variasi monospace system fonts yang menyerupai Arial Monospace. Font ini dipilih karena setiap karakter memiliki lebar yang sama, sehingga rapi dan mudah dibaca pada struk.

Apakah printer thermal bisa habis?

Tidak, perangkat cetak tehrmal tidak bisa “habis” seperti printer tinta karena tidak menggunakan kartrid tinta atau toner sama sekali. Selama perangkat masih berfungsi, printer akan terus mencetak tanpa perlu isi ulang tinta. Yang perlu diperhatikan pengguna adalah ketersediaan media cetak yang mendukung proses pencetakan tersebut. Tanpa kertas tersebut, maka printer yang sehat pun tidak akan bisa mencetak apapun.

Lebih spesifik, yang dapat habis adalah kertas thermal berbentuk roll yang perlu diganti saat kosong atau macet. Pada printer thermal transfer, ribbon biasanya habis setelah sekitar 10.000–100.000 cetakan, tergantung jenisnya. Sementara itu, kepala cetak dapat aus setelah menempuh 50–100 km proses cetak, ditandai hasil memudar atau muncul garis putih.

Berikut adalah faktor yang dapat membuat alat cetak termal seperti “habis”:

  • Kotoran/debu menumpuk di kepala cetak.
  • Kertas/label salah spesifikasi atau berkualitas rendah.
  • Kebersihan printer thermal tidak diperiksa secara rutin.
  • Suhu ruangan tinggi (>30°C) atau overheat.
  • Kertas macet akibat lembab/roll tidak rata.
  • Catu daya rusak atau kabel longgar.
  • Kecepatan cetak terlalu tinggi.

Harga di pasaran

Harga printer thermal di Indonesia cukup beragam tergantung pada spesifikasi, ukuran kertas, dan kelas penggunaannya. Per 2026, harganya mulai dari sekitar Rp150.000 hingga Rp2 juta. Jenis mini dengan koneksi Bluetooth dan lebar kertas 58 mm umumnya dibanderol lebih terjangkau. Maka dari itu, jenis ini banyak dipilih oleh UMKM atau usaha mobile yang membutuhkan perangkat praktis.

Untuk perangkat cetak thermal desktop kasir berukuran 58–80 mm, kisaran harga berada di Rp400.000–800.000. Tipe ini didukung dengan fitur tambahan seperti port RJ11 dan kecepatan cetak lebih tinggi. Sementara itu, untuk jenis barcode atau industrial dengan lebar kertas 110mm ke atas dapat mencapai Rp1–2 juta. Harga tersebut dipengaruhi oleh resolusi, konektivitas, serta daya tahan kepala print.

Cara mencetak dengan printer thermal

Mencetak dengan alat thermal, baik tipe desktop maupun Bluetooth, pada dasarnya cukup sederhana setelah instalasi awal selesai. Untuk printer desktop, perangkat dihubungkan ke PC atau laptop menggunakan kabel USB. Printer kemudian dinyalakan dan diinstal menggunakan driver resmi dari merek terkait atau driver generik berbasis ESC/POS. Setelah itu, sistem akan mengenali printer dan pengaturan dasar bisa dilakukan.

Pada printer thermal Bluetooth, prosesnya dimulai dengan melakukan pairing ke laptop, tablet, atau smartphone melalui menu Bluetooth. Setelah terhubung, printer dipilih sebagai perangkat default di aplikasi POS atau aplikasi cetak yang digunakan. Ukuran kertas disesuaikan terlebih dahulu. Setelah pengaturan selesai, struk atau label dapat dicetak secara nirkabel, baik otomatis maupun manual.

Termal vs inkjet

Jika dibandingkan dengan printer thermal, printer inkjet lebih menonjol dari sisi fleksibilitas penggunaan. Mesin cetak Inkjet dirancang untuk mencetak dokumen berwarna, gambar, dan foto dengan detail tinggi. Selain itu, tidak seperti pencetak berbasis termal, printer ini mendukung berbagai jenis kertas biasa. Jadi, bisa menggunakan kertas HVS hingga kertas foto, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan rumah dan perkantoran.

Namun, keunggulan visual tersebut datang dengan konsekuensi biaya dan kecepatan. Printer inkjet bekerja sepuluh kali lebih lambat. Proses cetaknya pun bergantung pada kartrid tinta yang perlu diganti secara berkala. Untuk pencetakan volume tinggi, biaya operasional inkjet cenderung lebih boros dan kurang efisien. Maka dari itu jenis printer ini kurang cocok untuk mencetak dokumen seperti struk atau karcis. 

Alternatif printer thermal 

Terdapat beberapa alternatif printer thermal yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan operasional, volume cetak, dan anggaran. Pilihan yang paling umum meliputi printer dot matrix, inkjet kasir, dan printer laser monokrom. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi biaya awal, kecepatan cetak, hingga ketahanan hasil cetakan dalam jangka panjang.

Printer dot matrix umumnya dipilih oleh kasir tradisional yang membutuhkan struk rangkap. Keunggulannya terletak pada kemampuan mencetak kertas multi-ply dan biaya cetak per lembar yang relatif murah. Namun, printer ini menghasilkan suara bising, kecepatan cetaknya rendah, dan tetap memerlukan ribbon tinta yang harus diganti secara berkala.

Sementara itu, jenis inkjet kasir menjadi alternatif dari printer thermal karena menawarkan fleksibilitas lebih. Opsi ini cocok untuk promosi visual sederhana, tetapi kurang efisien untuk penggunaan nonstop. Di sisi lain, printer laser monokrom unggul untuk dokumen permanen karena hasil cetaknya tahan lama, meski kurang praktis untuk pencetakan struk harian.

Bingung urus fotokopi? Serahkan pada Sakura Jaya Solusi!

Itulah penjelasan lengkap mengenai printer thermal dan cara kerjanya dalam penggunaan nyata. Printer ini tersedia dalam dua jenis utama, yaitu direct thermal dan thermal transfer. Keduanya memiliki fungsi dan daya tahan cetak yang berbeda. Mesin ini hanya dapat digunakan dengan kertas thermal khusus yang sensitif terhadap panas. Oleh karena itu, penting memilih tipe sesuai kebutuhan. Selain itu, gunakan kertas berkualitas. Terakhir, simpan hasil cetak jauh dari panas agar tetap jelas dan tidak mudah pudar.

Jika Anda membutuhkan solusi cetak yang praktis dan bebas repot, Sakura Jaya Solusi menyediakan rental mesin fotokopi yang fleksibel. Kami menyediakan berbagai mesin fotocopy hitam putih maupun berwarna dari Ricoh. Semua perawatan kami yang urus, sehingga Anda bisa fokus untuk lebih produktif. Kunjungi website kami untuk sewa dan konsultasi lebih lanjut.